Berita  

[Update] Polres Pelalawan Inisiasi Mediasi Kasus Kenakeran FSPMI VS PT. EMP Berita Terkini Medan Sumut

Jajaran Kepolisian Resort (Polres Pelalawan) melalui Sat Intelkam Polres Pelalawa, menginisiasi pertemuan mediasi penanganan kasus ketenagakerjaan (Kenakeran), sejumlah pekerja PT. EMP yang mengadukan ke pengurus Serikat Pekerja FSPMI Kabupaten Pelalawan.

Bertempat di Cafe Laros Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, Kasat Intelkam Polres Pelalawan, memanggil pengurus Serikat Pekerja FSPMI Kabupaten pelalawan untuk bertemu dan bermediasi dengan management perusahaan PT. EMP yang berlokasi di Kecamatan Langgam, terkait rencana FSPMI Kabupaten Pelalawan akan melakukan aksi pengerahan massa di perusahaan PT. EMP, Jum’at, (28/06/2024).

Terpantau, Kapolres Pelalawan, AKBP. Suwinto, S.H.,S. I.K melalui Kasat Intelkam, AKP Zulhendra, S.H,.M.M, didampingi Kanit IV Sat Intelkam IPDA AZUARDI, S.H dan Kanit III BRIPKA M. ISROMI, S.H menyatakan, langkah inisiatif ini dilakukan pihaknya dalam upaya bersama semua pihak untuk menciptakan situasi dan kondisi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Pelalawan yang lebih tetib, damai dan kondusif. 

“Kami meminta kepada serikat pekerja FSPMI dan management perusahaan PT. EMP, untuk bisa saling membuka diri dalam menyelesaikan permasalahan yang ada, agar aksi pengerahan massa tidak terjadi”, pinta Kasat Intelkam.

Menanggapi itu, Ketua KC FSPMI Kabupaten Pelalawan, Yudi Efrizon meminta, agar management perusahaan PT. EMP untuk menjelaskan secara terbuka tentang segala permasalahan yang ada. Seperti bagaimana sistem rekrutment tenaga kerja lokal apakah sudah sesuai dengan peraturan daerah yang ada di Kabupaten Pelalawan”, ungkap Yudi.

Ditambahkannya lagi, bagaimana legalitas perusahaan-perusahaan mitra PT. EMP, hingga diduga terjadi kegagalan eksplorasi sumur, yang menurut FSPMI dalam pengerjaan eksplorasi tersebut, apakah sudah dilakukan survey dan sudah ditentukan titik koordinatnya, serta apa yang telah dilakukan oleh PT. EMP terhadap keberlangsungan hidup masyarakat sekitarnya. 

Menjawab pertanyaan tersebut Humas PT. Energi Mitra Persana (PT. EMP), Mansyur menerangkan bahwa, “Tenaga kerja lokal yang kami rekrut sudah sesuai peraturan daerah yang berlaku di Kabupaten Pelalawan, yaitu 95% pekerja yang berdomisili di Provinsi Riau, diantaranya 42% dari Pelalawan”, katamya. 

Selanjutnya, untuk masalah pengerjaan pengeboran yang dilakukan pihaknya, dari 21 sumur yang dikerjakan oleh PT. BMA sebagai perusahaan mitra PT. EMP, ada 19 titik yang berhasil dan ada 2 titik yang gagal”, jelas Mansyur.

“PT. EMP sendiri tidak memberikan pekerjaan kepada perusahaan mitra yang tidak profesional dalam bidangnya. PT. EMP telah melakukan langkah-langkah positif demi kesejahteraan masyarakat Pelalawan pada umumnya dan khususnya masyarakat Kecamatan langgam”, jelasnya.

Dijelaskannya, pada bidang CSR tidak hanya berupa bantuan fisik yang diberikan oleh perusahaan mitra PT. EMP, namun diprogramkan menjadi PPM (Program Pengembangan Masyarakat), untuk Pendidikan, kesehatan, pelatihan masyararakat, pembentukan desa wisata, UMKM, budidaya ternak ikan, serta membantu pemuda karang taruna Kecamatan Langgam, tutupnya

Sementara itu, Ketua DPW FSPMI Riau, Satria Putra menambahkan, “Perusahaan agar memperhatikan dampak yang ditimbulkan akibat eksplorasi tersebut terhadap masyarakat sekitar. tindakan apa yang diambil perusahaan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan akibat pekerjaan tersebut”, ujar Satria 

Pada akhir pertemuan mediasi itu, Polres Kabupaten Pelalawan mengucapkan terimakasih kepada pihak Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), karena selalu bersinergi dengan jajaran pihak kepolisian, Polres Pelalawan. tutup Kanit III Bripka, M. Isromi.

Editor: Maulana Syafi’i

T#g:FSPMIPT. EMPPolres Pelalawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *