Berita  

[Update] Pemko Banda Aceh Buru PAD, Suzuya Mall Dipasang Tapping Box

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Badan Pengelolaan Keuangan Kota (BPKK) memasang alat perekam transaksi online (tapping box) di Suzuya Mall Banda Aceh, Rabu, 20 Maret 2024.

Pemasangan tapping box dilakukan pada sejumlah tempat usaha Wajib Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) berupa restoran dan jasa parkir yang ada di pusat perbelanjaan modern tersebut.

Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin berkesempatan meninjau langsung pemasangan tapping box di Suzuya Mall. Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Fadhil, Asisten Administrasi Umum Faisal, dan Plt Kepala BPKK Banda Aceh Alriandi Adiwinata beserta jajaran.

Amiruddin di sela-sela pemasangan tapping box menyebutkan, Pemko Banda Aceh berkomitmen meningkatkan kemandirian keuangan daerah melalui implementasi Qanun Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

Menurutnya, dengan danya alat tapping box pada dasarnya mempermudah wajib pajak itu sendiri dalam melakukan pelaporan pajak daerah.

“Dan melaporkan omzet secara berkala adalah kewajiban sebagai wajib pajak. Itu ketentuan undang-undang yang harus dipatuhi oleh seluruh wajib pajak.”

Lebih lanjut Amiruddin menegaskan, pihaknya akan memberi sanksi tegas kepada wajib pajak yang lalai terhadap kewajibannya. Sanksi tersebut kata Amiruddin dapat berupa denda hingga pidana.

“Sebab pemerintah harus memastikan setiap rupiah pajak yang dipungut dari masyarakat benar-benar masuk ke kas daerah untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Sementara Plt Kepala BPKK Alriandi Adiwinata dalam keterangannya menyebutkan hingga saat ini telah ada 79 perangkat tapping box yang telah terpasang.

Targetnya, akan ada 200 tapping box yang akan merekam data transaksi wajib pajak secara real time di Banda Aceh.

“Kita terus mendorong para wajib pajak untuk dapat melakukan pelaporan pajak secara benar, salah satunya dengan pemasangan alat ini. Selain itu, bagi usaha yang tidak memiliki mesin cash register, kita akan menyediakannya secara cuma-cuma. Harapan kita alat tersebut dapat memudahkan pengusaha dalam melakukan pencatatan keuangan,” tuturnya.

Alriandi mengucapkan terima kasih atas dukungan Bank Aceh Syariah sebagai mitra pemerintah kota dalam upaya optimalisasi PAD di Banda Aceh.

Menurutnya, dukungan ini merupakan wujud nyata semangat gotong-royong dalam membangun kota.

Pemimpin Bank Aceh Syariah Kantor Cabang Utama Ali Muhayatsyah yang pada kesempatan itu juga hadir mengatakan, pihaknya akan selalu menjadi mitra utama Pemko Banda Aceh dalam mewujudkan kota yang sejahtera.

“Ini merupakan bentuk komitmen Bank Aceh Syariah kepada pemko dalam hal peningkatan PAD yang pada akhirnya juga akan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya. (ZAI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *