Berita  

[Update] Jelang Rilis Data Inflasi AS, Pelaku Pasar Memilih Bersikap Menunggu

Mamecoin.id – Data pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal pertama tumbuh sebesar 1.4% (q to q), atau masih sesuai ekspektasi pasar. 

Sementara data penjualan barang tahan lama tumbuh 0.1% atau lebih baik dari proyeksi sebelumnya di bulan Mei tumbuh -0.1%. 

Secara keseluruhan data ekonomi AS menunjukan bahwa fundamental ekonomi AS masih cukup solid.

Analis keuangan Sumatra Utara (Sumut), Gunawan Benjamin, mengatakan, mayoritas bursa di Asia terpantau bergerak menguat.

Demikian halnya dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga terpantau mengalami penguatan di sesi pembukaan perdagangan. 

IHSG dibuka menguat di level 6.989. Secara teknikal IHSG sudah mulai mengalami jenuh beli, dan sangat rentan untuk terkoreksi disaat berada di level psikologis 7.000.

“IHSG berpeluang untuk berkonsolidasi terlebih dahulu di level 7.000 sementara waktu,” ujar Gunawan di Medan, Jumat (28/6/2024). 

Di sisi lain, kata Gunawan, Rupiah masih mengalami tekanan dan ditransaksikan di kisaran level 16.410 per Dolar AS. Jelang rilis data inflasi AS yang akan dipublikasikan pada malam nanti, pelaku pasar akan dibayangi kekhawatiran akan kemungkinan rilis data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan.

“Pelaku pasar akan sangat berhati hati jelang rilis data inflasi tersebut, karena data tersebut akan menentukan strategi investasi pelaku pasar,” katanya. 

Bukan hanya di pasar keuangan, termasuk juga transaksi di komoditas seperti emas. Harga emas pada perdagangan pagi ini ditransaksikan relatif stabil dikisaran US$2.320 per ons troynya. Pelaku pasar seakan bersikap wait and see jelang rilis data penting tersebut. (*)

(Medan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *