Berita  

[Update] Ini Temuan BPK di Dinkes Langkat Pada Tahun 2023

Foto :  Int

LANGKAT (Mamecoin.id) : Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Utara menemukan adanya dugaan pengadaan obat dan barang medis habis pakai tidak mempertimbangkan
masa kadaluwarsa dan tempat penyimpanan yang tersedia.

Hal itu tertulis pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan Atas Pengadaan Barang dan Jasa Tahun Anggaran 2023, Nomor : 91/LHP/XVIII.MDN/12/2023, Tanggal 28 Desember 2023,

Dikutip dari LHP BPK Perwakilan Sumatera Utara diketahui bahwa, Pemerintah Kabupaten Langkat TA 2023 pada Dinas Kesehatan (Dinkes) telah
menganggarkan Belanja Barang sebesar Rp110.531.521.465,00 dengan realisasi (s.d. 30 November 2023) sebesar Rp63.981.176.792,00 atau sebesar 57,89 persen.

Dari belanja tersebut, terdapat anggaran belanja barang pakai habis sebesar Rp110.484.346.683,00 dengan realisasi sebesar Rp63.936.089.792,00 atau 57,87 persen dari anggaran.

Realisasi belanja tersebut, diantaranya digunakan untuk belanja obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai (BMHP) sebesar Rp7.706.186.100,00.

Berdasarkan hasil pemeriksaan atas dokumen pengadaan, wawancara dan cek fisik pada gudang farmasi yang dilakukan oleh pihak BPK diketahui beberapa hal sebagai berikut.

Terdapat Pengadaan Enam Obat Dengan Masa Kadaluwarsa Kurang Dari Dua Tahun

Hasil pemeriksaan fisik persediaan obat/BMHP pada Dinkes dan bukti
pertanggungjawaban atas realisasi pengadaan obat TA 2023 diketahui bahwa, terdapat enam jenis obat senilai Rp745.375.000,00 yang berasal dari empat penyedia, dengan masa kadaluwarsa kurang dari dua tahun (24 bulan).

Berdasarkan hasil konfirmasi kepada PPTK obat, masa kadaluwarsa baru diketahui pada saat obat/BMHP diterima oleh petugas gudang farmasi.

Rincian enam obat dengan masa kadaluwarsa kurang dari dua tahun terhitung dari obat yang diterima gudang farmasi, dengan perincian sebagai berikut.

1. Jenis Obat : Glimefion tablet 2 mg
Jumlah : 45.000
Nilai : Rp189.000.000
Masa Kadaluarsa : Juni 2025
Sisa Waktu Penggunaan (bulan) : 18

2. Jenis Obat : Zinfion sirup
Jumlah : 1.100
Nilai : Rp34.760.000,00
Masa Kadaluarsa : Januari 2025
Sisa Waktu Penggunaan (bulan) : 13

3.Jenis Obat : Calmor
Jumlah : 6.450
Nilai : Rp30.315.000,00
Masa Kadaluarsa : November 2024
Sisa Waktu Penggunaan (bulan) : 11

4. Jenis Obat : Fibumin Plus
Jumlah : 2.550
Nilai : Rp267.750.000,00
Masa Kadaluarsa : Januari 2025
Sisa Waktu Penggunaan (bulan) : 13

5. Jenis Obat : Chlodine swab
Jumlah : 1.000
Nilai : Rp29.000.000,00
Masa Kaluarsa : Maret 2025
Sisa Waktu Penggunaan (bulan) : 15

6. Jenis Obat : Metraclin Jerrycan Cleaner Disinfectant 5 liter
Jumlah : 300
Nilai : Rp194.550.000,00
Masa Kadaluarsa : Januari 2025
Sisa Waktu Penggunaan (bulan) : 13

Jumlah 745.375.000,00

Hasil pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan oleh pihak BPK diketahui bahwa, semua obat dengan masa kadaluwarsa kurang dari dua tahun masih disimpan di gudang farmasi dan direncanakan akan didistribusikan ke puskesmas-puskesmas pada bulan Desember 2023, dengan mengacu pada data laporan pemakaian dan lembar permintaan obat (LPLPO) yang disampaikan oleh puskesmas. Sampai dengan tanggal 12 Desember 2023, obat-obatan tersebut belum didistribusikan (bersambung).(BP)


Dilihat : 41

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *