Berita  

[Update] Harga Sewa Rumah Tertekan – Mamecoin.id

Mamecoin.id – Sejumlah pemilik rumah kontrakan di Sumatra Utara (Sumut) mengeluhkan permintaan calon penyewa rumah yang menggiring harga sewa rumah ke bawah atau turun. 

Ekonom Sumut,  Gunawan Benkamin, mengatakan, dari hasil observasi yang dilakukan, Mamecoin.id menemukan banyak calon penyewa rumah yang menggiring harga sewa rumah lebih murah dari biasanya. 

Sebagai contoh, harga sewa rumah yang sebelumnya berada dikisaran Rp600 ribu hingga Rp650 ribu per bulan, belakangan digiring turun oleh calon penyewa baru maksimal dengan harga sewa rumah Rp500 ribu per bulan.

Temuan di lapangan, pemilik rumah sewa juga kesulitan untuk mempertahankan harga sewa rumah seperti biasanya. 

Dari 1 rumah yang kosong selama lebih kurang 3 minggu, dan diminati setidaknya 15 orang calon penyewa baru.

 namun pemilik rumah sewa kesulitan mendapatkan penyewa rumah jika mempertahankan harga sewa yang sama seperti sebelumnya.

“Dari semua calon penyewa yang saya wawancarai, mereka pada umumnya adalah penyewa yang berencana pindah dari rumah sewa sebelumnya. Karena mencari harga sewa rumah yang lebih kompetitif atau murah. Dan para calon penyewa sebelumnya adalah mereka yang pada umumnya membayar sewa atau kontrakan di dalam rentang harga Rp600 ribu hingga Rp800 ribu per bulannya,” kata Gunawan di Medan, Sabtu (13/1/2024).

Sehingga menurut Gunawan ada perubahan permintaan harga rumah sewa disitu. Dan permintaannya menggiring terjadinya tren penurunan harga sewa rumah itu sendiri. 

Sehingga rumah sewa yang lebih murah dan meskipun memiliki ukuran rumah yang lebih kecil serta fasilitas yang lebih rendah, berpeluang untuk tetap mendapatkan calon penyewa. 

Atau bahkan kemungkinan mempertahankan harga sewa rumahnya. Terlebih untuk sewa rumah yang memang dari awal di bawah Rp500 ribu per bulan.

“Study yang saya lakukan masih terfokus pada rumah kelas menengah, yang pada umumnya disewa oleh pekerja pabrik yang berada dekat dengan lingkungan kawasan industri. Penurunan harga sewa rumah ini menunjukan bahwa ada fenomena penurunan daya beli, dan melambatnya laju tekanan inflasi khususnya inflasi inti,” pungkasnya. (*)

(Medan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *