Berita  

[Update] Diduga Tunggangi Puluhan Nasabah, IW Alias Mandor Raup Milyaran Uang di BRI Unit Londut

 

LABURA(Mamecoin.id): Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Londut, Cabang Tanjung Balai kecolongan, sejumlah nasabahnya ternyata menjadi korban permainan IW, seseorang yang diduga memanfaatkan data mereka untuk melakukan pinjaman di bank milik negara tersebut.

Modusnya, IW yang akrab dipanggil Mandor ini memakai identitas atau data puluhan nasabah untuk meminjam uang di BRI Unit Londut. Kemudian, uang hasil pinjaman itu mayoritas dipergunakan oleh Mandor sendiri. Umumnya bentuk pinjaman itu adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan besaran antara Rp. 50 juta hingga Rp. 100 juta.

Menariknya, aksi Mandor yang mengaku sebagai agen ini justru diungkapkannya sendiri kepada sejumlah wartawan yang diundangnya untuk bertemu dengannya pada 16 April 2024, lalu.

Mandor mengundang beberapa orang wartawan dan meminta untuk membuat berita yang membangun citra buruk Kepala BRI Unit Londut, Darlin Panjaitan, dengan harapan yang bersangkutan segera dimutasikan. Diketahui belakangan, Darlin Panjaitan baru beberapa bulan menjabat pimpinan di sana.

Kehadiran Darlin Panjaitan sebagai pimpinan di sana, diduga menjadi batu sandungan bagi Mandor dalam menjalankan aksinya untuk terus menerus menggunakan data warga meminjam uang di BRI Unit Londut, pasalnya, mendapati banyaknya terjadi pembayaran kredit yang macet, Darlin mulai melakukan bersih-bersih dan mengecek secara ketat setiap data warga yang mengajukan pinjaman.

Kepada wartawan, Mandor mengaku selama ini sudah banyak memakai nama warga untuk meminjam uang dan dipergunakannya untuk keperluan pribadinya. Para nasabah itu diyakini berasal dari beberapa desa, yakni Londut, Kuala Beringin dan Pulo Dogom.

Keadaan yang semula baik-baik saja, mendadak menjadi rumit dengan kehadiran Darlin Panjaitan sebagai pimpinan baru yang mulai melakukan pembenahan dalam proses pengajuan pinjaman. Situasi yang rumit itu kian runyam ketika pembayaran angsuran atas nama puluhan nasabah itu mulai mengalami kemacetan.

“Ada nasabah yang namanya kupakek (pakai_red), tapi kan tetap kita bayar. Menunggaknya karena sudah dibikinnya jelek namaku, sekalianlah kubenamkan saja. Sikit-sikit asal disurvei nasabah, siapa yang makek, mandor, siapa yang makek, mandor. Langsung gitu bahasa dia, “ kata Mandor, seperti dalam rekaman.

Terdengar juga suara wartawan yang mencecarnya terkait keterlibatan pihak bank dalam proses pengajuan dan pencairan pinjaman, Mandor menyebut bahwa dia dibantu oleh oknum pegawai BRI Unit Londut. Mandor menyebutnya dengan istilah orang dalam.

Ditanya terkait jumlah nasabah yang ditungganginya untuk mengajukan pinjaman, Mandor mengakui sudah berjumlah sekitar 20’an orang.

“Ada lah sekitar 20 orang,” ucap Mandor.

Sangat disayangkan, ketika hal ini hendak dikonfirmasi, Kepala BRI Unit Londut, Darlin Panjaitan, belum berkenan memberikan keterangan. Orang dalam yang diistilahkan Mandor masih dalam penelusuran Mamecoin.id.

“Kami lagi tutup buku, akhir bulan. Awal bulan saja bapak bertemu, terima kasih, “ kata Darlin Panjaitan melalui whatsapp, 29 April 2024, lalu. (renz)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Dilihat : 160

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *