Berita  

[Update] BI dan The FED Akan Putuskan Bunga Acuan, Pasar Cenderung Melemah

Mamecoin.id – Sejumlah agenda penting akan mewarnai pasar keuangan dalam sepekan kedepan.

Bank Indonesia dan Bank Sentral AS akan memutuskan besaran bunga acuannya di pekan ini.

Pada hari Rabu mendatang, Bank Indonesia akan menetapkan besaran bunga acuannya terlebih dahulu.

Selanjutnya pada hari Kamis The FED akan memutuskan besaran bunga acuannya.

Akan tetapi, yang dikhawatirkan oleh pelaku pasar bukanlah mengenai seberapa besar bunga acuan nantinya akan dipangkas.

Tetapi bagaimana arah kebijakan Bank Sentral nantinya, serta pandangan kondisi ekonomi kedepan yang akan menjadi tolak ukurnya.

“Pasar akan bergerak sangat volatile, terlebih jika nantinya The FED diproyeksikan akan lebih lama lagi memangkas besaran bunga acuannya,” ujar Analis keuangan Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin, Senin (18/3/2024).

Di sesi perdagangan pagi ini, lanjut Gunawan, kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) ditransaksikan mendatar dan masih berkutat dikisaran 7.330.

IHSG pagi ini juga bergerak dalam dua zona, yang menunjukan bahwa kinerja IHSG masih bergerak ambigu dan belum  menunjukan arah yang jelas.

Akan tetapi Mamecoin.id lebih melihat potensi koreksi yang lebih besar dibandingkan dengan potensi penguatannya.

Demikian juga halnya dengan kinerja mata uang Rupiah yang ditransaksikan melemah di level 15.650 per dolar AS.

Rilis data neraca perdagangan di pekan kemarin menunjukan terjadinya penurunan surplus yang lebih buruk dari ekspektasi sebelumnya. 

Surplus neraca dagang hanya sebesar US$0.87 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi dikisaran US$2.3 miliar.

Harga emas juga terpantau mengalami penurunan yangs angat tajam pada perdagangan hari ini.

Pelaku pasar pada komoditas emas justru lebih banyak melakukan aksi jual jelang keputusan bunga acuan di pekan ini.

Harga emas ditransaksikan di level US$2.148 per ons troynya.

“Saya menilai pasar keuangan dan emas cenderung bergerak melemah hingga keputusan bung aacuan Bank Sentral nantinya,” pungkasnya. (*)

(Jakarta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *